Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum
Di tengah menikmati dinginnya hawa puasa padahal masih hari pagi, tapi perut kok sudah terasa melilit, apa kurang suplay makanan ketika sahur ya? pertama hanya perlu ngucapin banyak terima kasih kepada System of blog karena contekan triaded commentnya, ruang kometar blog ini berubah dari ruang komentar klasik menjadi triaded comment, ini lebih enjoy sekali.
Maaf kalau judulnya tidak pas dan tidak ada hubungannya sama sekali, nemunya seperti itu!
Diawali karena ada pertemuan rutin sebuah keluarga yang kebetulan masing-masing anggotanya relatif berjauhan atawa beda kota, beda propinsi bahkan beda pulau, alhamdulillah dengan media kumpul-kumpul ini masing-masing bisa bertatapan langsung saling bersilaturohim dan saling mengingat-ingat kembali suka-duka romatisme masa silam saat masa-masa kecil ketika ngumpul.
Kita tinggalkan masalah kumpul-kumpulnya, tanpa perlu mengurai lagi jalan cerita kumpul-kumpulnya karena sudah menjadi agenda rutin tahunan, mestinyanya dilaksanakan tiap Idhul Fitri, tapi atas pertimbangan lain diajukan pada libur semester akhir sekolah akhir bulan Juni-Juli 2012 kemarin, jika nunggu hari raya pesertanya dijamin tidak sebanyak yang diharapkan karena dimaklumi masing-masing keluarga pasti mempunyai acara sendiri-sendiri.
Lantaran pertemuan itulah Alhamdulillah bisa ditakdirkan bertemu dengan salah seorang driver salah salah satu keluarga peserta, terjadilah percakapan seru cerita ngalor ngidul, apalagi ternyata si bapak yang usianya sudah berkepala enam itu pandai mengisahkan perjalanan hidupnya, tidak lulus SD hanya sempat mengenyam pendidikan klas 4, tapi karena gigihnya perjuangan hidupnya dengan berbekal surat keterangan dari sekolah, akhirnya dia berhasil masuk dijajaran pemda salah satu kota kabupaten di Jawa Timur meskipun toh honorer dan hanya sebagai sopir karena keahlian satu-satunya hanyalah sopir.
Dijalaninya profesi tersebut dengan penuh gembira dan pastinya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.Karena piawainya mengemudi itulah dia mejadi sopir yang disukai dan andalan bupati-bupati kota Lumajang sejak bupati H. Sewandi (entah tahun berapa pastinya periode memeraintahnya). Dengan polos dan lugas diceritakan bagaimana ia sering ditampar oleh bupati itu entah karena kurang disiplin atau karena ketahuan memakai kendaraan dinas.
Marahkah kena tamparan itu, sakit sih pasti, tapi tidak tahu setiap memarahi bawahannya bupati tersebut akhirnya akan memberikan uang saku (tidak disebut jumlahnya pastinya lumayanlah untuk ukuran masa-masa itu), tidak marah sakit hati saya bertanya? "tentu tidak karena bagaimanapun dia adalah atasannya malah senang justru karena akan mendapat tambahan uang tambahan, kemudian saya bertanya lagi, "jangan-jangan memang bapak senang jika dimarahi agar nantinya dapat uang darinya?" hahaha.............. dia tertawa kenceng dan menjawab ya tentu tidaklah, ya kebetulan saja memang bener-bener karena keteledoran yang tidak disengaja.
Akhirnya, bagaimana nasib bapak itu sekarang? entah bagaimana ceritanya usia pensiun sudah terlewati beberapa tahu seharusnya sudah menikmati masa pensiun tapi ternyata dia tetap dipertahankan mejadi pegawai pemda malah menjadi satpol pp, (hebat bukan)
Demikian sobat, ini hanyalah sekedar bacaan selingan sambil menjalani ibadah berpuasa, semoga amal ibadah puasa kita diterima Alloh SWT. Amin
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Di tengah menikmati dinginnya hawa puasa padahal masih hari pagi, tapi perut kok sudah terasa melilit, apa kurang suplay makanan ketika sahur ya? pertama hanya perlu ngucapin banyak terima kasih kepada System of blog karena contekan triaded commentnya, ruang kometar blog ini berubah dari ruang komentar klasik menjadi triaded comment, ini lebih enjoy sekali.
Maaf kalau judulnya tidak pas dan tidak ada hubungannya sama sekali, nemunya seperti itu!
Diawali karena ada pertemuan rutin sebuah keluarga yang kebetulan masing-masing anggotanya relatif berjauhan atawa beda kota, beda propinsi bahkan beda pulau, alhamdulillah dengan media kumpul-kumpul ini masing-masing bisa bertatapan langsung saling bersilaturohim dan saling mengingat-ingat kembali suka-duka romatisme masa silam saat masa-masa kecil ketika ngumpul.
Kita tinggalkan masalah kumpul-kumpulnya, tanpa perlu mengurai lagi jalan cerita kumpul-kumpulnya karena sudah menjadi agenda rutin tahunan, mestinyanya dilaksanakan tiap Idhul Fitri, tapi atas pertimbangan lain diajukan pada libur semester akhir sekolah akhir bulan Juni-Juli 2012 kemarin, jika nunggu hari raya pesertanya dijamin tidak sebanyak yang diharapkan karena dimaklumi masing-masing keluarga pasti mempunyai acara sendiri-sendiri.
Lantaran pertemuan itulah Alhamdulillah bisa ditakdirkan bertemu dengan salah seorang driver salah salah satu keluarga peserta, terjadilah percakapan seru cerita ngalor ngidul, apalagi ternyata si bapak yang usianya sudah berkepala enam itu pandai mengisahkan perjalanan hidupnya, tidak lulus SD hanya sempat mengenyam pendidikan klas 4, tapi karena gigihnya perjuangan hidupnya dengan berbekal surat keterangan dari sekolah, akhirnya dia berhasil masuk dijajaran pemda salah satu kota kabupaten di Jawa Timur meskipun toh honorer dan hanya sebagai sopir karena keahlian satu-satunya hanyalah sopir.
Dijalaninya profesi tersebut dengan penuh gembira dan pastinya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.Karena piawainya mengemudi itulah dia mejadi sopir yang disukai dan andalan bupati-bupati kota Lumajang sejak bupati H. Sewandi (entah tahun berapa pastinya periode memeraintahnya). Dengan polos dan lugas diceritakan bagaimana ia sering ditampar oleh bupati itu entah karena kurang disiplin atau karena ketahuan memakai kendaraan dinas.
Marahkah kena tamparan itu, sakit sih pasti, tapi tidak tahu setiap memarahi bawahannya bupati tersebut akhirnya akan memberikan uang saku (tidak disebut jumlahnya pastinya lumayanlah untuk ukuran masa-masa itu), tidak marah sakit hati saya bertanya? "tentu tidak karena bagaimanapun dia adalah atasannya malah senang justru karena akan mendapat tambahan uang tambahan, kemudian saya bertanya lagi, "jangan-jangan memang bapak senang jika dimarahi agar nantinya dapat uang darinya?" hahaha.............. dia tertawa kenceng dan menjawab ya tentu tidaklah, ya kebetulan saja memang bener-bener karena keteledoran yang tidak disengaja.
Akhirnya, bagaimana nasib bapak itu sekarang? entah bagaimana ceritanya usia pensiun sudah terlewati beberapa tahu seharusnya sudah menikmati masa pensiun tapi ternyata dia tetap dipertahankan mejadi pegawai pemda malah menjadi satpol pp, (hebat bukan)
Demikian sobat, ini hanyalah sekedar bacaan selingan sambil menjalani ibadah berpuasa, semoga amal ibadah puasa kita diterima Alloh SWT. Amin
Wassalamu'alaikum
weiss mantep jadi satpol PP
ReplyDeletesungguh baik nasibnya yah, sambil ngetes threadec comment disini sobat
Deletekarena ketekunan dan kegigihannya barangkali ya sob
Deletememang selalu ada balasan dari Allah untuk setiap kegigihan
Deletewow...keren.... wwkwkw
ReplyDeletebagian mana yang keren sob?
DeleteSatpol PP yang amat ditakuti oleh para pedagang. Hmm ceritanya menarik. Salam
ReplyDeletedisatu sisi dibutuhkan keberadaannya untuk ketertiban, di sisi lain terkadang menjadi musuh terutama pkl ya sob
DeleteSelamat tuk treaded commentnya,ceritanya menarik,makasih sudah berbagi,met berpuasa.
ReplyDeleteiya sob sama-sama
Deletebetah amat ya gak pake minta pensiun! otak dan tenaga apa gak turun ya? hehehe..
ReplyDeletegaji pensiunan kan tidak seutuh gaji pegawai aktif bang, soal kemampuan memang tidak seoptimal masa produktif
Deletewah enak juga nasibnya jadi satpol PP...
ReplyDeleteada enaknya banyak juga susahnya sob, misalnya harus berhadapan dengan rakyatnya sendiri
DeleteFasilitas thread comment sebenarnya sudah cukup lama bisa digunakan di blogspot, yang bertemplate klasik atau standard, Pak. Dan saya sendiri lebih senang dengan fasilitas ini.
ReplyDeleteSoal bupati yang suka menampar, sangat disayangkan ya, akan teringat bagaimana 'kebaikan' beliau memberi tambahan uang saku, namun kenapa dari hal itu tak bisa dilupakan pula bahwa beliau telah melakukan tindakan kurang terpuji meskipun yang jadi penyebabnya adalah kelalaian sang driver, tapi apakah menampar satu-satunya jalan?
iya sih sudah lama tapi saya baru berhasil buat, soal pejabat yang suka tampar itu memang tidak betul dan tidak dapat dibenarkan, barangkali itulah kondisi zaman dulu (orba), kan ceritanya sebelum jadi dia basicnya tentara, apalagi media saat itu belum ada seperti saat ini apalagi kesadaran keberanian akan hak azasi belum muncul seperti saat reformasi, terlepas itu semua sob yang saya heran ketika ditanya bapak sopir marah dan dendam dia menjawab tidak malah senang sekali kepada pejabat itu dan tidak ada dendam katanya.
Deleteweiiii... di pukul atau di tampar agar bisa dapat uang, ehm. ga ah.. tapi kalau masalah ke disiplinan mungkin pantas, klo uang yang jadi jaminan.. sepertinya enga juga. tapi ceritanya menarik...
ReplyDeletebetul siapapun akan sependapat dengan sobat
Deletekembali hadir untuk silaturahmi sahabatku
ReplyDeleteselamat malam apa kabar
baik-baik saja sob, terima kasih kunjungannya
Deletewaduh, dapat duit banyak, tp muka biru2 kena tampar.. aku sih ga mau.. hehe.. Aneh jg ya pak bupati itu, hrsnya sih ditegor aja, ga usah pk tampar2an segala.
ReplyDeleteya begitulah mbak contoh pimpinan jadul banyak otoriternya dan diselingi tangan besinya
DeleteWah, sampai ditampar beneran? waduuh, bapak sama anak sj jarang yg sampai turun tanga? Lha ini bupati nampar drivernya?
ReplyDeleteOia, threaded commentnya keren neh pak.
kalau sekarang langsung dilaporkan ke HAM ya mbak
Deletekunjungan perdana disini sobat...
ReplyDeletepekerjaan yg dilema... :)
ReplyDeleteini salah satu bukti bahwa meskipun kelas 4 sd, masih bisa mencari rezeki, karena rezeki ALLAH itu datang dari sisi mana saja yang kadang kita tidak ketahui...salam Ramadhan :)
ReplyDeleteMungkin ini yang dikatakan Nasib hehe dalam mencari peluang hidup dengan bekerja banyak sekali faktor penunjang yang Saya tahu yakni:
ReplyDelete- Orang-orang berpendidikan
- Orang-orang kompeten
- Nasib
Dari cerita diatas inilah mungkin orang yang beruntung dari sekian banyak orang yang kurang beruntung. Karena giat juga dan pandai bersyukur sih sepertinya..
aaammiin..
ReplyDeletepostingan yang bermanfaat... :)
I like it..
wihhh malahan jadi satpolpp lebih ajib lagi
ReplyDeletemantapss banget sobb
ReplyDelete