Wednesday, August 8, 2012

Threaded Commant Dan Pak Sopir

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum 

Di tengah menikmati dinginnya hawa puasa padahal masih hari pagi, tapi perut kok sudah terasa melilit, apa kurang suplay makanan ketika sahur ya?  pertama hanya perlu ngucapin banyak terima kasih kepada System of blog karena contekan triaded commentnya,  ruang kometar blog ini berubah dari ruang komentar klasik menjadi triaded comment, ini lebih enjoy sekali.

Maaf kalau judulnya tidak pas dan tidak ada hubungannya sama sekali, nemunya seperti itu!

Diawali karena ada pertemuan rutin sebuah keluarga yang kebetulan masing-masing anggotanya relatif berjauhan atawa beda kota, beda propinsi bahkan beda pulau, alhamdulillah dengan media kumpul-kumpul ini masing-masing bisa bertatapan langsung saling bersilaturohim dan saling mengingat-ingat kembali suka-duka romatisme masa silam saat masa-masa kecil ketika ngumpul.

Kita tinggalkan  masalah kumpul-kumpulnya, tanpa perlu mengurai lagi jalan cerita kumpul-kumpulnya karena sudah menjadi agenda rutin tahunan, mestinyanya  dilaksanakan tiap  Idhul Fitri, tapi atas pertimbangan lain diajukan pada libur semester akhir sekolah akhir bulan Juni-Juli 2012 kemarin,  jika nunggu hari raya pesertanya dijamin tidak sebanyak yang diharapkan karena dimaklumi masing-masing keluarga pasti mempunyai acara sendiri-sendiri.

Lantaran pertemuan itulah  Alhamdulillah bisa ditakdirkan bertemu dengan salah seorang driver salah salah satu keluarga peserta, terjadilah percakapan seru cerita ngalor ngidul, apalagi ternyata si bapak yang usianya sudah berkepala enam itu pandai mengisahkan perjalanan hidupnya,  tidak lulus SD hanya sempat mengenyam pendidikan klas 4, tapi karena gigihnya perjuangan hidupnya dengan berbekal surat keterangan dari sekolah, akhirnya dia berhasil masuk dijajaran pemda salah satu kota kabupaten di Jawa Timur meskipun toh  honorer dan hanya sebagai sopir karena keahlian satu-satunya hanyalah sopir.

Dijalaninya profesi tersebut dengan penuh gembira dan pastinya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.Karena piawainya mengemudi itulah dia mejadi sopir yang disukai dan andalan bupati-bupati kota Lumajang sejak bupati H. Sewandi (entah tahun berapa pastinya periode memeraintahnya). Dengan polos dan lugas diceritakan bagaimana ia sering ditampar oleh bupati itu entah karena kurang disiplin atau karena ketahuan memakai kendaraan dinas.

Marahkah  kena tamparan itu, sakit sih pasti, tapi tidak tahu setiap memarahi bawahannya bupati tersebut akhirnya akan memberikan uang saku (tidak disebut jumlahnya pastinya lumayanlah untuk ukuran masa-masa itu), tidak marah sakit hati saya bertanya? "tentu tidak karena bagaimanapun  dia adalah atasannya malah senang justru karena akan mendapat tambahan uang tambahan, kemudian saya bertanya lagi, "jangan-jangan memang bapak senang jika dimarahi agar nantinya dapat uang darinya?" hahaha.............. dia tertawa kenceng dan menjawab ya tentu tidaklah, ya kebetulan saja memang bener-bener karena keteledoran yang tidak disengaja.

Akhirnya, bagaimana nasib bapak itu sekarang? entah bagaimana ceritanya  usia pensiun sudah terlewati beberapa tahu seharusnya sudah menikmati masa pensiun tapi ternyata dia tetap dipertahankan mejadi pegawai pemda malah menjadi satpol pp, (hebat bukan)

Demikian sobat, ini hanyalah sekedar bacaan selingan sambil menjalani ibadah berpuasa, semoga amal ibadah puasa kita diterima Alloh SWT. Amin

Wassalamu'alaikum

31 comments:

  1. Replies
    1. sungguh baik nasibnya yah, sambil ngetes threadec comment disini sobat

      Delete
    2. karena ketekunan dan kegigihannya barangkali ya sob

      Delete
    3. memang selalu ada balasan dari Allah untuk setiap kegigihan

      Delete
  2. Satpol PP yang amat ditakuti oleh para pedagang. Hmm ceritanya menarik. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. disatu sisi dibutuhkan keberadaannya untuk ketertiban, di sisi lain terkadang menjadi musuh terutama pkl ya sob

      Delete
  3. Selamat tuk treaded commentnya,ceritanya menarik,makasih sudah berbagi,met berpuasa.

    ReplyDelete
  4. betah amat ya gak pake minta pensiun! otak dan tenaga apa gak turun ya? hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. gaji pensiunan kan tidak seutuh gaji pegawai aktif bang, soal kemampuan memang tidak seoptimal masa produktif

      Delete
  5. wah enak juga nasibnya jadi satpol PP...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada enaknya banyak juga susahnya sob, misalnya harus berhadapan dengan rakyatnya sendiri

      Delete
  6. Fasilitas thread comment sebenarnya sudah cukup lama bisa digunakan di blogspot, yang bertemplate klasik atau standard, Pak. Dan saya sendiri lebih senang dengan fasilitas ini.
    Soal bupati yang suka menampar, sangat disayangkan ya, akan teringat bagaimana 'kebaikan' beliau memberi tambahan uang saku, namun kenapa dari hal itu tak bisa dilupakan pula bahwa beliau telah melakukan tindakan kurang terpuji meskipun yang jadi penyebabnya adalah kelalaian sang driver, tapi apakah menampar satu-satunya jalan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih sudah lama tapi saya baru berhasil buat, soal pejabat yang suka tampar itu memang tidak betul dan tidak dapat dibenarkan, barangkali itulah kondisi zaman dulu (orba), kan ceritanya sebelum jadi dia basicnya tentara, apalagi media saat itu belum ada seperti saat ini apalagi kesadaran keberanian akan hak azasi belum muncul seperti saat reformasi, terlepas itu semua sob yang saya heran ketika ditanya bapak sopir marah dan dendam dia menjawab tidak malah senang sekali kepada pejabat itu dan tidak ada dendam katanya.

      Delete
  7. weiiii... di pukul atau di tampar agar bisa dapat uang, ehm. ga ah.. tapi kalau masalah ke disiplinan mungkin pantas, klo uang yang jadi jaminan.. sepertinya enga juga. tapi ceritanya menarik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul siapapun akan sependapat dengan sobat

      Delete
  8. kembali hadir untuk silaturahmi sahabatku
    selamat malam apa kabar

    ReplyDelete
    Replies
    1. baik-baik saja sob, terima kasih kunjungannya

      Delete
  9. waduh, dapat duit banyak, tp muka biru2 kena tampar.. aku sih ga mau.. hehe.. Aneh jg ya pak bupati itu, hrsnya sih ditegor aja, ga usah pk tampar2an segala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya begitulah mbak contoh pimpinan jadul banyak otoriternya dan diselingi tangan besinya

      Delete
  10. Wah, sampai ditampar beneran? waduuh, bapak sama anak sj jarang yg sampai turun tanga? Lha ini bupati nampar drivernya?

    Oia, threaded commentnya keren neh pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sekarang langsung dilaporkan ke HAM ya mbak

      Delete
  11. kunjungan perdana disini sobat...

    ReplyDelete
  12. ini salah satu bukti bahwa meskipun kelas 4 sd, masih bisa mencari rezeki, karena rezeki ALLAH itu datang dari sisi mana saja yang kadang kita tidak ketahui...salam Ramadhan :)

    ReplyDelete
  13. Mungkin ini yang dikatakan Nasib hehe dalam mencari peluang hidup dengan bekerja banyak sekali faktor penunjang yang Saya tahu yakni:
    - Orang-orang berpendidikan
    - Orang-orang kompeten
    - Nasib
    Dari cerita diatas inilah mungkin orang yang beruntung dari sekian banyak orang yang kurang beruntung. Karena giat juga dan pandai bersyukur sih sepertinya..

    ReplyDelete
  14. aaammiin..
    postingan yang bermanfaat... :)
    I like it..

    ReplyDelete
  15. wihhh malahan jadi satpolpp lebih ajib lagi

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, insyaAlloh komentar-komentarnya berarti,
Catatan ;
1. Bahasa santun,
2. Yang porno-porno nanti dulu
3. Tak ada SPAM diantara kita